Rabu, 04 Januari 2012

ini ceritaku, bagaimana ceritamu ?

4 Januari 2012, Senja, aku mulai menulis pukul 17.29..

Aku pernah berjanji menceritakan sesuatu tentang hari-hari terakhir ayah walaupun aku sudah tidak ingat tepatnya tanggal berapa, pukul berapa segala kejadian ini terjadi..

Saat itu satu hari sebelum ayahku dipanggil untuk lebih mendekat kepada-Nya, aku diminta oleh mama untuk menemaninya menginap di rumah sakit menjaga ayah. Malam sebelumnya mama dan kakak ku yang berjaga di rumah sakit, tapi nyatanya kakak ku lebih sering berada di lobi rumah sakit mengobrol bersama teman-temannya..

Ceritanya ayah ku ditempatkan di suatu kamar di blok Lidwina di Rumah Sakit Carolus, bukannya memang berniat untuk memasukan ayahku di rumah sakit kristen tapi dengan berbagai pertimbangan karean tidak murah apabila ayahku dirawat di rumah sakit lain.

Kata dokter ayahku mengidap penyakit komplikasi jantung, paru, dan saraf. Sudah sangat payah saat ayah di bawa ke rumah sakit, sudah sebulan ayah hanya bisa terbaring di tempat tidur. Segala aktivitasnya untuk membantu hidupnya dilakukan oleh mama ku.

Benar-benar kagum aku dengan mama, yang tanpa lelah merawat papa. Bahkan kamu tahu berapa bulan terakhir ayahku sesekali tidak mengenal keluarganya. Saat sadar dia sering bertanya "kamu siapa?" mama ku dengan sabar dan penuh tawa menjawab "ini aku paa, ella ello (panggilan mama dari papa)" Bahkan aku saja sering tidak dikenali olehnya. Sering aku marah karena tidak sabar dengan ayah, tapi... Mama tidak pernah begitu..

Aku ingin bila aku dewasa nanti dan mempunyai keluarga, akan bisa setabah mama. Kata mama anak sekarang mudah putus asa dalam rumah tangga jadinya cepat bercerai..

Lanjut ke satu hari sebelum ayahku meninggal...

Akhirnya aku yang dengan senang hati menemani mama untuk menjaga papa dalam tidurnya, sambil membawa laptop dan segala perlengkapan ke rumah sakit (karena masih ada desain yang harus aku kerjakan), miris memang....

Saat itu mama terus malantunkan syahadat dan ayat kursi untuk ayah, disebelahnya, di kupingnya, mama ku selalu berjaga. Sampai suatu saat aku juga ingin membacakan sesuatu untuk ayah, tapi apa aku tidak tahu..
Aku biasa akan bertanya kepada seseorang kalau aku dalam keadaan bingung, apa yang harus aku lakukan?

Alhamdulillah segala Puji bagi ALLAH SWT, menitipkan seseorang itu saat itu, waktu aku mebutuhkan. Mungkin dia tidak menyadari, tapi aku sampai sekarang sangat bersyukur akan kehadirannya.
Dia memberitahuku untuk membaca surat Al-Baqarah (Satu surat) !
WOOOW, bahkan aku belum selesai menghatamkan afalan Quran ku karena terlalu malasnya diriku.
Akhirnya aku turuti dan aku mulai membacakan surat Al-Baqarah di telinga papa, sedikit demi sedikit. Selembar aku membaca selembar aku istirahat dan membolak balikan lembar lainnya untuk mengetahui sejauh mana surat ini akan berakhir :p
Tapi lama kelamaan, aku tidak mengeluhkan lagi dan terus membaca di sebelah ayah..



Kalian tahu alat di rumah yang akan berbunyi apabila kondisi pasien kritis ? Iya alat yang itu... Sudah berbunyi puluhan kali mungkin semenjak aku datang. Sampai akhirnya kami pun capek memanggil suster dan mematikan alarm tersebut sendiri..

Bisikan mama di telinga papa saat itu "paa ayo sembuh, katanya papa mau liat iyi wisuda" , sediiiiih sekali..
Mulai beberapa hari yang lalu ayahku telah dinyatakan koma, dan tidak sadar, dokter pun sudah memberitahu prognosisnya sudah tidak bisa diselamatkan lagi..

Malam itu kami tidak berjaga sampai pagi, akhirnya kami tidur di lantai tepat sebelah kasur ayah, tapi aku menyalakan alarm sekitar pukul 3 untuk sahur dan solat tahajud. Alarm ku pun berbunyi dan aku terbangun, Saat itu perasaan ku sungguh tidak enak, seperti mempunyai perasaan bahwa ayah tidak akan lama lagi. Alarm yang menunjukan tanda vital tersebut berbunyi lagi, lebih sering. Dan saat kulihat nadi, nafas, dan jantungnya mulai melemah. Aku pun bergegas solat tahajud dan mengambil Al-Quran untuk meneruskan membaca disebelah ayah. belum habis satu surat, baru beberapa ayat, tubuh ayah terguncang ...

yaa sampai sini cerita rincinya, karena selanjutnya adalah aku melihat didepan mataku saat sakaratul maut ayahku. Sambil berlinangan air mata, aku dan mama membacakan syahadat berulang-ulang sampai benar-benar ditarik ruhnya. Ayah meninggalnya mudah, tidak sulit sehingga kami pun segera ikhlas dan merelakannya..

Satu hal yang sangat aku syukuri sampai saat ini, aku sebagai anak sempat berada di sampingnya sampai akhir hidupnya dan melantunkan syahadat dan ayat suci Al-Quran walaupun tidak fasih tapi aku berusaha..

Semoga untuk menjadi anak yang solehah agar doanya diterima oleh Allah untuk ayahku, ayah akan selalu membatasi dan mengingatkan ku dari perilaku negatif dan perilaku dosa yang dapat menambah segala dosa ayah yang dikarenakan oleh ku..

Karena aku sayang ayah, dan menginginkan ayah di tempat yang terbaik :")


Oiyaa, aku ingin mengingatkan kepada kalian yang masih sangat beruntung mempunyai kedua orang tua lengkap untuk menyayangi mereka. Sabarlah sesabar sabarnya kalian bisa mendefinisikan sabar (aku berbicara sambil belajar untuk diri sendiri), berikan yang terbaik karena kalian tidak tahu kapan akhir dari pertemuan kalian, dan kalian tidak tahu apakah bisa menemaninya sampai saat terakhir sehingga tidak ada penyesalan ....

Berbahagia dan tersenyumlaaah :)




Senin, 02 Januari 2012

filosofi yang pertama

Pernah merasa saat kau memberi sebisa yang kau mampu untuk orang yang kau sayang, tapi yang terjadi pada akhirnya adalah dia tidak membalas usahamu ?
(atau hanya aku yang terlalu sensitif dan merasakan ini?)

Saat aku mengenal rasa sayang, banyak yang dapat aku jadikan pelajaran untuk menjadikan diri lebih dewasa. Walaupun sebelumnya harus merasakan rasa yang satunya, yaitu sakit hati..
Seorang dosenku pernah berkata kalau sakit itu ternyata anugrah, karena tanpa merasakan sakit kau tidak akan tahu kapan kau harus berhenti untuk tidak melukai lebih dari pada ini..
Saat aku menyayangi orang lain, maka akan aku usahakan yang terbaik untuknya. Namun terkadang aku merasa kecewa saat telah aku usahakan se mampu ku, tapi dia tidak membalas se mampu nya .. Dan akhirnya ada suatu filosofi yang bisa ku tarik dari keadaaan diriku yang sekarang ..

aku belajar dari kehidupan untuk melanjutkan hidup :)

begini filosofi yang ada di benaku saat ini ...

Setiap orang mempunyai gelasnya sendiri, dengan takaran yang berbeda-beda. 
Misalnya aku adalah si gelas besar dengan kapasitas 200 ml..Dan "kamu" adalah si gelas kecil dengan kapasitas 150 ml ..

Apa yang terjadi saat aku memberikan semampuku, segala usahaku untuk membahagikanmu dengan kapasitas 200 ml kedalam bejana mu yang hanya cukup untuk 150 ml ?
Lalu apa yang terjadi saat kamu menuangkan isi dari gelasmu yang 150 ml kedalam bejana ku yang 200 ml ?

Itu dia yang aku sadari, titik acuan bahagia untuk setiap orang adalah berbeda. 

Jawaban soal 1: yang pasti ada air yang tumpah dari gelas berkapasitas 150 ml
Jawaban soal 2 : yang pasti bejana 200 ml tidak akan terisi penuh


Itu dia ! Aku tidak tahu apakah kamu sudah mengusahakan yang terbaik menurutmu dan memberikannya kepadaku.. Tapi tidak cukup bagiku karena aku menginginkan lebih, karena masih ada sisa 50 ml dari yang telah aku berikan dan aku menginginkannya.. 
Nah inilah yang namanya egois dan berprasangka buruk (aku dong ??? hehee insyaAllah itu dulu)

Apabila kamu berikan berlebih maka belum tentu gelas yang penuh itu telah mendapatkan yang dia inginkan, dan bisa saja malah dia akan berpengaruh negatif karena menganggap mu yang berlebihan. Berilah secara perlahan, tidak sedikit dan tidak berlebih (dengan tolak ukur berbeda setiap orangnya, jangan menggunakan tolak ukur perasaan mu)

Sekarang aku dalam tahap belajar untuk ikhlas dan berprasangka baik dalam segala yang aku beri, sehingga tidak menginginkan lagi balasan untuk ku.. Sehingga tidak ada lagi sakit hati yang selama ini yang aku rasakan, yang tersisa hanyalah rasa sayang dan memberi. 

" Karena hidup itu indah saat kamu menyadari bahwa ada orang-orang disekitarmu yang membutuhkan dirimu dan saling berbagi melengkapi hidup " - NS


Kamis, 22 Desember 2011

my family is my life

22 Desember 2011 (tepatnya hari ibu)

aku, dalam keadaan super kacau sungguh. malam ini aku mau bercerita tentang keluargaku.
sejujurnya aku dalam keadaan kangen sekali dengan keadaan yang dulu saat di rumah masih ada ayah, dan kakakku yang sekarang sedang kerja di papua.
mamaku sering sekali ku tinggal di rumah karena seribu aktivitasku di kampus yang sebenarnya bisa dibilang sok sibuk dengan selalu pulang sore, tapi mama jarang mengeluh. Sekalinya mama mengeluh yaitu mengeluh rindu dengan ayah, sampai suatu saat tak kuasa aku menampakan raut mukaku yang sedih karena kangen ayah, dan mama pun menangis lagi.

Ya ALLAH , aku takut tidak bisa membahagiakan mama ku sebelum benar-benar terpisah, aku takut dengan segala sikapku melukai hati mama. aku takut belum menjadi anak yang berbakti untuk mama.


aku sayang mama, papa, iyi, kakak angga so much :)

from nelly with all my love

Sabtu, 17 Desember 2011

sepucuk surat


Surat untukmu, untuk calon ayah dari anak-anakku

Bismillahirrahmanirrahim

Untuk mu, untuk seseorang yang akan selalu kujadikan imam. Aku menulis surat ini sebelum mengetahui takdir Allah untuk ku, untuk jodohku, siapa dirimu, seperti apa rona wajahmu, auramu, dan dimana dirimu saat aku sekarang sedang merangkai kata yang kutujukan untukmu.Bukan artinya saat ini aku siap bertemu dirimu, mungkin 1 tahun lagi, 2 tahun, atau mungkin 5 tahun lagi atau mungkin kamu yang ada disekitarku saat ini, aku tak tahu.

Untuk mu, cahaya hidupku. Aku ingin kau membimbingku bersama mu melangkah mengarungi sisa hidupku. membimbingku dengan tujuan menyempurnakan agama dan mencari Ridho ALLAH SWT. Aku ingin melahirkan anak-anak yang soleh dan solehah sebagai keturunanmu, yang bisa kau bisikan syahadat dan azan saat mereka lahir dan akan mengajak mereka mengaji setiap malam mengagungkan Asma ALLAH.

Ingin ku bukan jadi beban hidupmu, ingin ku menjadi rusukmu yang akan melengkapi kehidupanmu dan yang akan kau lindungi dalam segala kerapuhanku. Ayah, aku ingin kau menggandakan lagi sosok ayah ku dalam hidupku, Aku ingin dirimu lah yang akan membantuku menjadi anak solehah yang dijanjikan tidak akan terputus amalanku untuk ayahku. Siapapun dan dimana dirimu sekarang, yakinlah suatu saat kita akan bertemu dan yakinlah akan kuberikan seluruh duniaku, sayangku, setiaku untukmu dengan seizin ALLAH SWT

p.s : bukan galau :p


Rabu, 07 Desember 2011

ayah

aku heran mengapa betapa mudah air mata ini menetes, betapa mudah aku menangis. CENGENG dasar !
malam ini pun sepertinya akan menangis,.
AKU KANGEN AYAHKU
banyak yang ingin aku ceritakan tapi tak tahu kemana, takut hanya merepotkan orang lain saja
suatu saat kalau keadaan ku sudah tak se mellow ini, akan aku ceritakan ceritaku bersama ayahku dihari2nya yang terakhir.
sungguh rasanya ingin menangis bila ku ingat,
aku melihat caranya dipanggil yang Maha Esa, ALLAH SWT, dan membisikan syahadat di telinganya. Melihat betapa tampan wajahnya walaupun baru saja dipanggil ke sisi yang Maha Esa ....

tidak sekarang aku bercerita, terlalu lemah diriku yang sekarang...

Sabtu, 03 Desember 2011

prepare for the new of me

sabtu malam tanggal 3 desember 2011 pukul 9.40

kekosongan ku memuncak sepertinya, tak tahan aku bendung kegelisahan hati ini...
aku frustasi (awalnya dan masih sampai sekarang) tapi akhirnya seorang teman memberiku saran yang cukup untuk menuntaskan kegelisahanku malam ini. dan semoga untuk malam selanjutnya dan selanjutnya lgi
she said "lebih baik berjalan pelan dan mundur daripada harus maju dan jatuh"

*inhale *exhale *inhale *exhale

telat ku berfikir kalau langkah maju yang aku ambil hanyalah menyisakanku pada suatu tepi jurang pertanyaan : sia-sia, berhasil atau memang seharusnya tidak dilakukan
hahaa terlalu sering (sekali) aku menggalau di blog ini, mungkin isinya hanya sampah2 buangan dari hatiku





Okay FINE !

sekarang, tepatnya pukul 9.47, aku akan berusaha:
- merubah diri menjadi lebih baik
- lebih dewasa (yang pasti bukan dengan prinsip no mellow no galau lagi dong)
- mengurangi galau (maaf ya lagu lagu dalam playlist ku)





- Lebih banyak bersyukur (maafkan aku ya ALLAH, akhir-akhir ini aku sungguh lalai dengan bersyukur karena selalu merasa menjadi orang paling penuh penderitaan di dunia)



- Lebih banyak TERSENYUM, karena tersenyum merupakan obat hati yang paling murah :)




- Hidupku untuk KELUARGA dan Teman-teman ku
- Dan yang pasti , akan move on dari semua masalah yang kupendam dalam hati selama ini !

go, fight, win untuk diri sendiri karena hanya akulah yang dapat mengalahkan diriku !





sweet regards,
nelly suriamah

Kamis, 24 November 2011


Kalau saja aku bisa merubah segalanya, mungkin hatiku tidak akan sehancur ini,

Ada quotes yang mengatakan
"it's sad when people you know become people you knew; when you walk right past someone like they were never a big part of your life. how you used to be able to talk for hours and how now, you can barely even look at them"

aku cengeng dan melankolis sungguh, semua masalah akan aku tangisi. apalagi masalah yang berhubungan dengan hati. Seperti tidak mau menerima kenyataan kalau someone can become no one, aku dengan lukisan terindah yang pernah kau goreskan dalam hidupku tak mungkin bisa semudah itu melupakanmu . Mudah bagimu tidak untuk ku. Terlalu banyak perubahan sampai-sampai aku takut dengan mu saat ini. aku rindu senyumu yang dulu, yang tak mungkin aku dapatkan lagi. aku rindu suara mu, ucapanmu, tingkah lakumu yang hangat kepadaku seperti dulu

ku harap aku bisa melupakanmu bersama kenanganmu, suatu saat nanti




Skyscraper by Demi Lovato

Skies are crying, I am watching
Catching tear drops in my hands
Only silence, as it's ending
Like we never had a chance

Do you have to make me feel like
There's nothing left of me?

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I'm made of glass
Like I'm made of paper
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper
Like a skyscraper

As the smoke clears, I awaken
And untangle you from me
Would it make you, feel better
To watch me while I bleed?

All my windows still are broken
But I'm standing on my feet

Go run, run, run
I'm gonna stay right here, watch you disappear