Mengeluh sejuta kali atau lebih sudah tak terhitung lagi oleh ku. Aku capeeeeek sekali, bosaaaan dengan kehidupanku. Belajar buat DK, persiapan praktikum Endo (yang "Subhanallah ya" bikin stress karena abstrak), kepanitiaan yang alhamdulillah (tadinya) sudah berakhir, eh ternyata bertambah 2 kepanitiaan yang cukup akan menyita waktu dan pikiran. Aku butuh refreshing pleaseee, siapapun bawa aku pergi ke bulan ! atau ke tempat yang jauh dimana aku bisa melupakan segala keluh kesahku. Dan perhatian kepada siapapun yang sekarang membawa hatiku, mohon untuk segera dikembalikan apabila tidak mau dirawat dengan baik (trims)
Aku mau peluk beruang ~ yang besar dan empuk tapi ga boleh nyakar ~
Aku rasa aku benar-benar streees kali ya ahahaha, dan mungkin juga mengidap suatu penyakit "eksaserbasi akut suatu galau kronis" sampai menulis isi blog se sampah ini (kasihaan pada diri sendiri ~ miris)
byee
Senin, 21 November 2011
Minggu, 06 November 2011
"sesuatu ya"
waaah tiba-tiba saja menemukan foto-foto sama papa (fotonya saat papa sudah sakit, jadinya papa kurus banget huhu :"''') Kangen Papaaaaa <3
Jumat, 04 November 2011
ada kalanya manusia bisa berubah
aku punya ceritaa, ceritanya sedikit mellow galau sebenarnya. Tapi ada sesuatu yang mau aku ungkapkan dengan tulisan ini hehe ;)
Aku punya teman yang sampai kapanpun akan membawa arti dalam hidupku, mungkin terdengar berlebihan tapi ... ya begitulah, aku merasakan dia sangat penting saat dia udah ga ada.

Temanku namanya M. Ananda Mitha Harirama (utha)..
Sesekali aku pernah menulis tentang dia di artikel ku yang ini dan ini , Sampai seseorang yang membaca blog ku bilang kalau ada yang baca post tentang utha pasti akan mengira dia adalah pacarku.
bukan begitu,.
kalian tahu, dulu aku orang yang seperti apa saat kelas 1 SMA ? sangat sangat tidak bisa bergaul, canggung dengan segala situasi dengan keramaian, tidak bisa berbicara depan umum. Bahkan dalam pikiran ku aku sering mengelompokan orang dengan kasta. Kasta anak gaul, anak organisasi, dan mungkin aku ada dalam golongan anak terasing. Saat itu, Utha yang entah kenapa selalu dekat sama aku. Utha anak yang gampang bergaul ke semuanya, dan dia tidak sombong.
Sering saat pelajaran dia minta tukeran tempat duduk dengan chairmate ku hanya untuk mengganggu aku sewaktu pelajaran, menarik rambutku yang dikepang, semprot parfum, teriak teriak panggil namaku. Awalnya terganggu sampai sering dibuat nangis, tapi lama kelamaan jadi terbiasa dan mulai jadi bahan gosip teman sekelas.
Secara perlahan aku pun mulai dapat menempatkan diri dan mulai bisa bersosialisasi, karena Utha sering membawa ku untuk bermain, bercanda dengan teman-temanya. Sering sesekali aku diantar sampai rumah, dan mamaku tahu. Mama bilang Utha anak yang baik. Tapi, aku dengan egoisnya mempertahankan harga diriku dengan jual mahal CUMA KARENA DIA LEBIH PENDEK dari aku. Egois, iya aku sangat egois hanya memikirkan perasaan sendiri dan pandangan orang lain mengenai diriku tapi tidak memikirkan perasaan Utha. Yakin dia akan merasa aku permainkan :''''(
Egois dan harga diriku menutupi perasaan hatiku,.
Sampai sekarang aku tidak tahu perasaan aku seperti apa ke dia, karena satu hal yang aku rasakan adalah nyaman dengan perhatiannya. Tapi karena takut dengan pandangan orang lain dan hanya karena posturnya yang lebih pendek, aku memutuskan untuk menghindar setiap melihat dia. Tapi Utha tetap dengan senyuman dan candaannya menyapa ku dimanapun bertemu, sambil sesekali bilang "sombong wooo" dan menarik rambutku atau mencubit lenganku.
Sampai suatu hari aku menerima sms dari teman aku kalau ada kabar duka dari angkatan kita. Siapa ?? tidak ada sekelebat nama pun yang terlintas
Sampai aku mengetahui seseorang figur dalam hidupku M.Ananda Mitha Harirama ternyata lebih disayang sama Allah SWT.
Nyesek rasanya, seperti ga ada lagi alveolus yang terbuka saat aku hendak bernafas. Ada satu hal yang membuat aku mengutuk diriku sendiri..
Dua hari sebelum ia dipanggil menuju sang pencipta, aku bertemu dengannya di koperasi, dia bersama temannya, memanggilku dengan lengkingan khasnya "Neleee neleee, sombong nih sekarang", daaaan tau yang aku lakukan ??
"Apaan sih ta " dengan muka jutek dan langsung pergi, tapi aku yakin dia masih tertawa2 melihatku seperti itu. MENYESAL BANGET RASANYA.
Setelah kejadian itu, aku berniat dan berjanji berubah.
Yang penting orang disekitar aku bahagia, ga perduli perasaanku gimana
Itu adalah salah satu sebab aku sering galau, karena akhir-akhir ini aku mulai lelah dengan tidak ada yang memperhatikan perasaanku disaat aku menjaga perasaan orang lain.
Karena aku mengetahui rasa penyesalan dari sifat egois dan sombong ku setelah dia pergi
Jadi kata-kata "kita baru akan merasakan artinya sesuatu setelah merasakan kehilangan " adalah 100% bergaransi benar
Dan aku yakin karma itu ada, karena yang aku rasakan sekarang adalah sebagai seseorang dalam posisi Utha saat itu.
Thanks to Allah yang pernah menitipkan Utha dalam hidupku walaupun cuma sebentar, karena dampak pada perubahan hidupku sangatlah besar.
Utha yang tenang disana, dan satu lagi doain ada yang seperhatian lo lagi di dunia ini yang Allah titipkan buat gue :"")
Aku punya teman yang sampai kapanpun akan membawa arti dalam hidupku, mungkin terdengar berlebihan tapi ... ya begitulah, aku merasakan dia sangat penting saat dia udah ga ada.

Temanku namanya M. Ananda Mitha Harirama (utha)..
Sesekali aku pernah menulis tentang dia di artikel ku yang ini dan ini , Sampai seseorang yang membaca blog ku bilang kalau ada yang baca post tentang utha pasti akan mengira dia adalah pacarku.
bukan begitu,.
kalian tahu, dulu aku orang yang seperti apa saat kelas 1 SMA ? sangat sangat tidak bisa bergaul, canggung dengan segala situasi dengan keramaian, tidak bisa berbicara depan umum. Bahkan dalam pikiran ku aku sering mengelompokan orang dengan kasta. Kasta anak gaul, anak organisasi, dan mungkin aku ada dalam golongan anak terasing. Saat itu, Utha yang entah kenapa selalu dekat sama aku. Utha anak yang gampang bergaul ke semuanya, dan dia tidak sombong.
Sering saat pelajaran dia minta tukeran tempat duduk dengan chairmate ku hanya untuk mengganggu aku sewaktu pelajaran, menarik rambutku yang dikepang, semprot parfum, teriak teriak panggil namaku. Awalnya terganggu sampai sering dibuat nangis, tapi lama kelamaan jadi terbiasa dan mulai jadi bahan gosip teman sekelas.
Secara perlahan aku pun mulai dapat menempatkan diri dan mulai bisa bersosialisasi, karena Utha sering membawa ku untuk bermain, bercanda dengan teman-temanya. Sering sesekali aku diantar sampai rumah, dan mamaku tahu. Mama bilang Utha anak yang baik. Tapi, aku dengan egoisnya mempertahankan harga diriku dengan jual mahal CUMA KARENA DIA LEBIH PENDEK dari aku. Egois, iya aku sangat egois hanya memikirkan perasaan sendiri dan pandangan orang lain mengenai diriku tapi tidak memikirkan perasaan Utha. Yakin dia akan merasa aku permainkan :''''(
Egois dan harga diriku menutupi perasaan hatiku,.
Sampai sekarang aku tidak tahu perasaan aku seperti apa ke dia, karena satu hal yang aku rasakan adalah nyaman dengan perhatiannya. Tapi karena takut dengan pandangan orang lain dan hanya karena posturnya yang lebih pendek, aku memutuskan untuk menghindar setiap melihat dia. Tapi Utha tetap dengan senyuman dan candaannya menyapa ku dimanapun bertemu, sambil sesekali bilang "sombong wooo" dan menarik rambutku atau mencubit lenganku.
Sampai suatu hari aku menerima sms dari teman aku kalau ada kabar duka dari angkatan kita. Siapa ?? tidak ada sekelebat nama pun yang terlintas
Sampai aku mengetahui seseorang figur dalam hidupku M.Ananda Mitha Harirama ternyata lebih disayang sama Allah SWT.
Nyesek rasanya, seperti ga ada lagi alveolus yang terbuka saat aku hendak bernafas. Ada satu hal yang membuat aku mengutuk diriku sendiri..
Dua hari sebelum ia dipanggil menuju sang pencipta, aku bertemu dengannya di koperasi, dia bersama temannya, memanggilku dengan lengkingan khasnya "Neleee neleee, sombong nih sekarang", daaaan tau yang aku lakukan ??
"Apaan sih ta " dengan muka jutek dan langsung pergi, tapi aku yakin dia masih tertawa2 melihatku seperti itu. MENYESAL BANGET RASANYA.
Setelah kejadian itu, aku berniat dan berjanji berubah.
Yang penting orang disekitar aku bahagia, ga perduli perasaanku gimana
Itu adalah salah satu sebab aku sering galau, karena akhir-akhir ini aku mulai lelah dengan tidak ada yang memperhatikan perasaanku disaat aku menjaga perasaan orang lain.
Karena aku mengetahui rasa penyesalan dari sifat egois dan sombong ku setelah dia pergi
Jadi kata-kata "kita baru akan merasakan artinya sesuatu setelah merasakan kehilangan " adalah 100% bergaransi benar
Dan aku yakin karma itu ada, karena yang aku rasakan sekarang adalah sebagai seseorang dalam posisi Utha saat itu.
Thanks to Allah yang pernah menitipkan Utha dalam hidupku walaupun cuma sebentar, karena dampak pada perubahan hidupku sangatlah besar.
Utha yang tenang disana, dan satu lagi doain ada yang seperhatian lo lagi di dunia ini yang Allah titipkan buat gue :"")
Sabtu, 22 Oktober 2011
Jumat, 21 Oktober 2011
satu rasa dengan mama
haloo, ditengah-tengah membaca postingan blog tetangga punya teman, dan membuat nametag suatu acara seminar bernama JISFO, aku ingin menulis sesuatu niih..
Hari ini saat aku dikampus, perasaan sungguh tak menentu. bad mood, kesel, galau, benci semua jadi satu, campur aduk rasanya. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang cepat di tengah pertandingan bulu tangkis yang sedang berlangsung di FKG. Ternyata saat sampe rumah, aku menemukan mama ku di kamar bawah sambil menangis. Mama ku sakit :( pusing, mual-mual, dan sakit perut.
Jadi perasaan kalut ku di kampus tadi mungkin salah satunya karena mamaku sakit di rumah. Aku menyuruh mama untuk ke dokter tapi mama tidak mau. Aku cek tekanan darahnya, ternyata 160/90. Terkejut sungguh, itu terlalu aneh dan tinggi.
sekarang mama sedang istirahat tertidur pulas, dan yang aneh aku pun merasakan tidak enak badan dan mual-mual saat tau mama sakit. Apakah ini sehati satu rasa atau hanya sugesti saja ?
aku tidak tahu, yang aku tahu semoga mama cepat sembuuh *peyuk
Hari ini saat aku dikampus, perasaan sungguh tak menentu. bad mood, kesel, galau, benci semua jadi satu, campur aduk rasanya. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang cepat di tengah pertandingan bulu tangkis yang sedang berlangsung di FKG. Ternyata saat sampe rumah, aku menemukan mama ku di kamar bawah sambil menangis. Mama ku sakit :( pusing, mual-mual, dan sakit perut.
Jadi perasaan kalut ku di kampus tadi mungkin salah satunya karena mamaku sakit di rumah. Aku menyuruh mama untuk ke dokter tapi mama tidak mau. Aku cek tekanan darahnya, ternyata 160/90. Terkejut sungguh, itu terlalu aneh dan tinggi.
sekarang mama sedang istirahat tertidur pulas, dan yang aneh aku pun merasakan tidak enak badan dan mual-mual saat tau mama sakit. Apakah ini sehati satu rasa atau hanya sugesti saja ?
aku tidak tahu, yang aku tahu semoga mama cepat sembuuh *peyuk
Kamis, 20 Oktober 2011
Nikah
waah lagi kepingin nulis nih dari kemarin hehe. Hari ini, hari ter skip dalam hidupku bahkan saat praktikum carving malam pun aku bengong sambil kerjain. ahaha sebenarnya bukan hal ini yang ingin aku ceritakan.
Jadii, hari rabu (18 oktober) kemarin di FKG ada tausyiah mengenai fiqih munakahat,
(uhuk, posternya sungguh menawan kaan ? siapa dulu yang buat hhe)
Aku sempat membicarakannya dengan mama, dan mama sih setuju saja. (sesungguhnya keinginan yang sangat aku impikan tapi tidak mungkin adalah, dinikahkan oleh ayahku. tapi yaa Tuhan berkehendak lain)
Kejadian disekitarku sungguh miris. ceritanya kedua kakak ku yang laki-laki pacaran sudah ada yang hampir 4 tahun. dan tiba-tiba putus saja tengah jalan. Miris kan, karena ada yang sudah memikirkan pernikahan eh malah ketunda dulu.
Look ! disini kaum perempuan yang pasti dirugikan kan. Dan pendapat pribadi "Semua laki-laki itu brengsek, bedanya cuma levelnya aja". Naah hal ini ni yang membuat aku berfikir seribu kali, mungkin lebih enak langsung nikah aja ahaha.
oiya, hal kedua yang membuatku ingin nikah muda selain memang kewajiban menyempurnakan iman dan melindungi diri dari nafsu adalaah...
kenapa ya, akhir-akhir ini aku berfikir kiamat sudah dekat. jadii gamau menyia-nyiakan kesempatan nikah yang sekali seumur hidup doong. Pastinya calon ku nanti, harus wajib ga boleh mendua. walaupun katanya di agama boleh, coba aja rasain sendiri bagi para laki-laki saat kasusnya dibalik. Oops kena deh !
Intinya balik ke pribadi sendiri, kalau aku sekarang prefer langsung nikah. naah how about you ?
sekian dan trimsss
Jadii, hari rabu (18 oktober) kemarin di FKG ada tausyiah mengenai fiqih munakahat,
(uhuk, posternya sungguh menawan kaan ? siapa dulu yang buat hhe)
nah intinya, acara ini malah bikin galau. bukan galau apa-apa tapi galau nikah. apalagi didukung oleh tweet-tweet nikah mudanya @BungaFauzan yang bikin .. (uhuk). Hal yang ingin aku bagi di blog ini adalah murni pendapatku, jadi kalau ada perbedaan mohon diterima lapang dada saja yaa.
beberapa bulan lalu, aku pernah memikirkan untuk menikah muda, mungkin setelah SKG dan yang pasti ada calonnya. Mungkin ada yang tanya kenapa ????? masih muda loh, perjalanan masih panjang.
Aku sempat membicarakannya dengan mama, dan mama sih setuju saja. (sesungguhnya keinginan yang sangat aku impikan tapi tidak mungkin adalah, dinikahkan oleh ayahku. tapi yaa Tuhan berkehendak lain)
Kejadian disekitarku sungguh miris. ceritanya kedua kakak ku yang laki-laki pacaran sudah ada yang hampir 4 tahun. dan tiba-tiba putus saja tengah jalan. Miris kan, karena ada yang sudah memikirkan pernikahan eh malah ketunda dulu.
Ditambah lagi dengan pernyataan seseorang yang aku kenal, saat dia (laki-laki) putus dengan pacarnya setelah 2 tahun, awalnya dia sedih bukan main aku yakin. namun Shocking things yang dia ucapkan adalah "yaudahlah aku udah dapet segalanya ko", dan setelah beberapa bulan si dia (laki-laki) sudah punya pacar lagi. Oww S*** banget sifat cowo yang kaya gitu.
kutipan yang paling aku inget dari @BungFauzan : "kalau punya tujuan yang sama, mempunyai anak yang sholeh dan sholehah, menjadikan rumah tangga yang sakinnah, mawaddah, warahmah karena Allah, BOHONG kalau akan gagal"
yaah intinya begitu lah, cool yaa..
oiya, hal kedua yang membuatku ingin nikah muda selain memang kewajiban menyempurnakan iman dan melindungi diri dari nafsu adalaah...
kenapa ya, akhir-akhir ini aku berfikir kiamat sudah dekat. jadii gamau menyia-nyiakan kesempatan nikah yang sekali seumur hidup doong. Pastinya calon ku nanti, harus wajib ga boleh mendua. walaupun katanya di agama boleh, coba aja rasain sendiri bagi para laki-laki saat kasusnya dibalik. Oops kena deh !
Intinya balik ke pribadi sendiri, kalau aku sekarang prefer langsung nikah. naah how about you ?
sekian dan trimsss
Rabu, 19 Oktober 2011
sedikit berceloteh
sebenarnya sesekali aku berniat membuat post yang setidaknya bukan berisi "galau" an ataupun random yang tidak jelas. nah mau cerita sedikit tentang beberapa kejadian akhir-akhir ini yang menjadi pengalaman hidup dan pelajaran yang "sesuatu banget yah"
ada cerita yaitu tentang keorganisasian :
Jadi singkat kata, aku sempat diamanahkan menjadi koor sebuah bagian pada sebuah acara yang notabene nya acara perdana nih, jadi belum ada bayangan ataupun evaluasi dari acara sebelumnya yang bisa dijadikan patokan.
okey, yang terpenting yang aku pelajari adalah untuk percaya kepada orang lain. kenapa, kok gitu ? aku adalah orang yang hampir perfeksionis, maunya sesibuk apapun semua yang dikerjakan harus sebaik2nya. mungkin disatu sisi bagus, artinya kan segala sesuatu yang aku kerjakan akan maksimal. tapi masalahnya dengan sifat ku ini, aku semakin tidak percaya memberi suatu tugas kepada orang lain. aku takut mereka melakukan kesalahan, dan hasilnya tidak sesuai ekspektasi (padahal cuma kekhawatiranku saja). tapi sifat ini tidak bisa hilang, jadi selama aku menjadi koor. aku kurang terbuka mengenai job tambahan yang tidak ada dalam jobdesk, jadi semuanya aku yang mengerjakan karena aku merasa masih mampu (padahal menangis meraung2 karena memikirkan tugas kampus dan organisasi lainnya). jadi pelajaran pertama adalah jangan melimitasi kemampuan orang lain :)
masih dalam keorganisasian yang sama, hal terpenting yang dapat dipelajari adalah kalau kita membuat kesalahan, jangan terfokus dan terpaku hanya memikirkan "kok bisa terjadi ?" dan ujung nya adalah mencari tumbal untuk kesalahan yang telah ada. bisa jadi dengan seribu satu alasan, mengkaitkan kesalahan dengan pekerjaan teman yang kurang beres. sekarang yang aku pelajari, hal seperti itu adalah "Kesalahan besar".
okeey, ada kesalahan berarti harus ada evaluasi kenapa bisa terjadi ? okey setelah itu yang lebih penting untuk dipikirkan adalah Bagaimana mengatasinya, solusinya, tambalan dari masalah, cara memanipulasi, atau apapun yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi. lebih baik ditimbang hanya sibuk mencari atau menyalahkan orang untuk apa yang sudah terjadi.
"semua kesalahan dan kegagalan itu merupakan awal dari kesuksesan", mungkin sudah seribu kali mendengar perumpamaan ini, naah menurut pribadi saja mau menambahkan "di dunia ini tidak ada yang gagal, ataupun kesalahan. yang ada hanyalah proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik"
yah ujungnya akan menggalau lagi nih kayanya, untuk hal "itu" pun akhir-akhir ini aku merasa gagal, gagal untuk menata hati dan perasaan. aku masih egois, semua yang aku inginkan harus tercapai, namun tidak semua orang dapat mengerti kita apa adanya. jadi kegalauan akhir-akhir ini pun akan aku katagorikan menjadi pelajaran yang paling berharga. pelajaran untuk lebih baik kedepannya. Dan berkaitan dengan ungkapan klasik masalah perasaan "cinta tidak harus dimiliki" , yaa jadi motivasi terakhir untuk diriku sendiri adalah "sabar aja, kalau jodoh ga kemana"
(tapi dengan muka mupeng :p)
"i wish nothing but the best for you" adele - someone like you
Sekian, daaan trimss
Langganan:
Postingan (Atom)








